Senin, 30 April 2012

BELAJAR REMASTERING LINUX

Linux merupakan salah satu OS bertipe open source. Dengan status-nya yang open source tentunya orang akan ingin mengubah, membuat, atau mengembangkan linux yang dimiliki. Dalam prakteknya dapat digunakan 3 cara yaitu: LFS( Linux From Scracth), Turunan dan Remastering.















LFS merupakan cara pertama yang dapat dilakukan untuk membuat linux. Seperti namanya cara ini diterapkan dengan membuat sistem operasi dari awal secara manual. Keuntungan penggunaanya adalah:
  1. Lebih mengerti program linux yang dijalankan. Dengan membuat sendiri linux dari awal tentunya kita akan mempelajari sistem linux itu sendiri. Selain itu kita lebih familiar dengan sistem operasi yang kita kembangkan sendiri
  2. Membuat system linux yang lebih kecil dan sederhana. Dengan membuat sendiri linux, kita dapat menyesuaikan kebutuhan kita dengan OS yang akan dibuat. Dengan begitu file yang akan diahasilkan akan kecil.
  3. Lebih flexible dikarenakan kita dapat mengubah dan mebuat sesuka kita
  4. Lebih aman karena tentunya hanya kita yang tau sistem linux yang kita buat sehingga jarang ada yang dapat meretasnya
Turunan adalah Sebuah proses untuk membuat sebuah linux baru dari linux yang sudah ada sebagai dasar atau pondasi sistemnya, hampir sama dengan definisi distro remastering cuma dalam distro turunan ada beberapa paket aplikasi khas yang dipelihara oleh developer distro turunan tersebut. tujuannya pun hampir sama dengan distro remastering, sebagai pengembangan dan penyesuain dengan kebutuhan pengguna.
Distro Turunan :
  1. mempunyai repositori sendiri tidak dari distro induknya
  2. mempunyai paket khas yang tidak dimiliki oleh induknya
  3. mempunyai pemaket yang memelihara paket aplikasi
  4. mempunyai rebranding paket dari induknya
  5. mempunyai penulusuran bug
Perbedaanya dengan remastering adalah pada distro turunan terdapat repisitori sendiri dan mempunyai apikasi sendiri yang tidak dipunyai linux asal.
Remastering merupakan salah satu cara untuk membuat OS, dalam pelaksanaanya dibutuhkan software khusus salah satunya adalah Remastersys. Remastersys sendiri merupakan software remastering yang dapat digunakan pada Debian dan Ubuntu. Remastersys dapat dimanfaatkan untuk Mebuat system back-up termasuk personal data pada CD/DVD  atau membuat copy yang dapat disebarkan(tidak trerdapat data pribadi).
Hasil dari iso file dapat langsung diinstal pada komputer yang mendukung ubuntu atau debian , hal seperti graphics card atau hardware lain dapat diinstal secara otomatis, namun software seperti nvidia atau amd (proprietary) sehingga tidak terdapat pada Live system, dapat diinstal secara sendiri setelah instalation selesai.
Secara teori remastering adalah menambah aplikasi kedalam os ubuntu(Linux) dan mengubah tema, panel atau background yang ada dalam linux yang kemudian di ubah ke dalam satu paket instalasi.
Cara kerjanya adalah dengan memback-up ubuntu yang telah ada pada komputer dengan mengetik remastersys. Sebelum melakukan remastersys harus diperhatikan hal-hal berikut ini
  1. Instal linux di luar windows
  2. Sediakan partisi khusus sebesar 5 GB
Sebelum melakukan remastering ubuntu harus di instal software yang ingin kita gunakan, mengubah tema, menambahkan file audio, dll. Karena kita akan memasukan semuanya kedalam satu paket instalasi.
Yang pertama dilakukan adalah menginstal ubuntu terlebih dahulu
Pada bagian ini yang dibutuhkan adalah media instalasi dari Ubuntu 10.10
Media yang digunakan dapat berupa CD (Compact Disc) installasi atau Flashdisk. Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah untuk proses installasi sistem operasi Ubuntu 10.10 secara singkat. untuk proses penginstallan ubuntu tidak akan dijelaskan secara detail disini karena berada diluar pembahasan.
1.Urutan booting di BIOS (Basic Input/Output System) harus diubah dengan menjadikan Flash Disk sebagai urutan pertama.
2. Flash Disk yang sudah berisi Ubuntu 10.10 di pasangkan pad port USB. Setelah booting, untuk menghemat waktu pilih Install ubuntu
3. Ikuti langkah-langkah yang di anjurkan oleh system, untuk ukuran partisi harddisk, siapkan ruang yang cukup untuk menampung data hasil proses remaster dan proses remaster
4. Setelah proses installasi selesai maka computer akan reboot dan masuk ke system desktop.
Konfigurasi dan Persiapan paket installasi
Sebelum mengubah system dan menambahkan serta megurangi paket ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Untuk melakukan penginstallan software penulis menggunakan repository yang didapatkan secara online, sebenarnya bisa juga menggunakan media DVD yang berisi repository ubuntu, namun penulis lebih memilih menggunduh secara online karena software nya biasanya lebih terbarui dibandingkan menggunakan media offline (dvd). Untuk memperlancar dan mempercepat proses pengunduhan penulis mengubah letak repository standar ke repository local dalam hal ini berada di indonesia.
Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah yang penulis lakukan untuk merubah repository :
Melalui terminal :
1. Menjalankan perintah : sudo gedit /etc/apt/sources.list
2. Masukkan password root, password yang di isikan pada saat installasi pertama
3. Menghapus seluruh baris pada file tersebut dan mengganti dengan baris-baris pada
server repository lokal.
#Repository_di_FOSS-ID (telkom) untuk ubuntu maverick
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
4. Melalui terminal, masukkan perintah berikut:
sudo apt-get update
melalui perintah diatas secara otomatis system akan mengecek file-file repository proses ini akan memakan waktu beberapa menit, tunggu sampai proses ini selesai, Installasi perangkat lunak pendukung utama
Remastersys sebenarnya adalah utilitas yang digunakan untuk melakukan fungsi back-up sistem menjadi sebuah Live-CD/DVD. Aplikasi ini secara default tidak terdapat pada paket repository resmi ubuntu. Untuk itu sebelum menginstall nya terlebih dahulu
harus menambahkan daftar repository. Melalui terminal masukan perintah sebagai berikut
sudo gedit /etc/apt/sources.list
tambahkan perintah ini pada baris paling bawah
# Remastersys (untuk ubuntu 9.04 dan dibawahnya)
deb http://www.geekconnection.org/remastersy… ubuntu/
# Remastersys (untuk ubuntu 9.10 dan diatasnya termasuk 10.10)
deb http://www.geekconnection.org/remastersy… karmic/
dilanjutkan dengan perintah
sudo apt-get install remastersys
Konfigurasi sistem sesuai keinginan anda
Setelah menyelesaikan semua perubahan di desktop dengan themes dan segala atributnya, saatnya membuat perubahan itu permanen dan dapat dilihat juga pada Live CD yang nanti dijalankan maupun ketika sudah di install. Langkah yang pertama harus dilakukan adalah mengcopykan semua themes yang berada di folder user (home) ke folder sistem berbagi (/usr/share/ untuk itu anda bisa melakukan hal sebagai berikut, cara ini merupakan cara alternatif yang penulis dapatkan (cara lain mungkin
bisa anda coba dengan tujuan yang sama ) :
  • Memindahkan semua file yang akan dijadikan background ke /usr/share/backgrounds
  • Memindahkan semua file icon yang akan dijadikan themes ke /usr/share/icons
  • Memindahkan semua themes ke /usr/share/themes
  • Memindahkan semua icons dan cursors ke /usr/share/icons
Mungkin bagi yang sudah mahir dapat mengunakn CLI (shell) dengan perintah cp,dkk. Tapi disini saya akan memberikan contoh menggunakan Nautilus Explorer untuk manyalin semua file tersebut.
1. Buka home folder anda dan tekan Ctrl+H
jika benar akan dijumpai sekumpulan folder yang tiba-tiba muncul dengan titik di setiap depan namanya
2. Dalam keadaan Home folder masih terbuka, tekan Alt+F2 ketikan gksu nautilus masukan password root.
Sebuah jendela Nautilus akan muncul dengan akses sebagai root yang dapat memodifikasi file sistem browse ke folder /usr/share/
/usr/share/backgrounds —-> copykan wallpaper yang akan dijadikan background /usr/share/icons —-> copykan icon yang digunakan pada desktop /usr/share/themes —-> copykan theme yang digunakan pada desktop untuk mudahnya copykan semua file yang ada di direkoti home .themes anda ke /usr/share/themes dan jika icons yang digunakan terinstall di home folder copykan semua isi di folder .icons ke /usr/share/icons untuk yang telah memiliki pengalaman dalam moding dapat juga merubah sound login dan atribut lainnya yang diinginkan.
Langkah terakhir yang dilakukan adalah mengcopykan settingan Desktop yang telah kita modifikasi ke folder sistem yaitu /etc/skel folder /etc/skel adalah tempat meletakkan file atau folder yang nantinya oleh sistem akan di copykan kesemua home folder user yang dibuat oleh sistem kecuali akun root.
Dengan mengnyalin folder-folder yang berisi settingan desktop yang kita moding ke folder /etc/skel , nantinya ketika sistem membuat user baru secara otomatis akan memiliki tampilan (settingan) sesuai dengan apa yang kita setting pada desktop kita.
Menjalankan perintah berikut secara berurut pada terminal ada empat buah folder penting yang menyimpan settingan yang tadi kita buat yang harus di copy kan ke folder /etc/skel
yaitu
.config
.gconf
.gconfd
.gnome2
Dengan menggunakan nautilus Explorer copykan empat folder tersebut ke /etc/skel
Bila sudah selesai menyalin (copy) semua file-file yang dibutuhkan, tutup jendela nautilus dengan akses root, karena akan sangat berbahaya berkerja dengan akses root. Bila tidak sengaja menghapus ataupun memodifikasi file sistem.
Tampilan welcome screen (GDM)
Bagi anda yang menggunakan ubuntu sejak lama tentu merasakan perubahan yang signifikan pada Ubuntu 9.10 dimana mulai digunakannya GDM versi baru yang memberikan batasan dalam memodifikasi themes yang ada. Namun tetap saja kita dapat merubah tampilan GDM yang baru, secara teknis sebenarnya komponen visual yang membentuk GDM berbagi dengan komponen themes Gnome GTK untuk desktop. Kecuali untuk Icon yang memiliki themes sendiri.
/usr/share/icons/ ← untuk icon
/usr/share/background/ ← untuk background
/usr/share/themes/ ← untuk thema
Untuk merubah tampilan welcome screen sesuai dengan yang kita inginkan dapat dilakukan dengan mengedit file gambar yang akan dijadikan background kemudian menyimpan nya di folder /usr/share/background. Dan menginstall themes dan Icon yang diinginkan seperti pada cara menginstall themes dan icon untuk desktop.
Untuk mengganti Tampilan GDM Login lakukan seperti cara dibawah ini :
1. Siapkan background yang ingin dijadikan latar belakang GDM login screen
2. Siapkan Theme yang ingin dijadikan Border dari GDM Screen
3. Siapkan Icon yang ingin dijadikan Icon GDM Login, Icon di sini berupa file SVG dengan
ukuran 64×64 gunakan inkscape untuk mengeditnya, atau dapat mencarinya di pada
situs http://www.gnome-look.org .
4. Salin semua file tersebut dengan cara yang sama ke folder-folder yang telah ditentukan seperti dibawah ini
- background —> /usr/share/backgrounds
- Themes —> /usr/share/themes
- Icon —> /usr/share/icons/LoginIcons/apps/64
5. langkah terakhir pasang themes tersebut dengan cara Running Application tekan Alt+F2 ketikan perintah
gksu -u gdm dbus-launch gnome-appearance-properties
masukkan password root
6. Jangan terkecoh dengan tampilan yang sama dengan opsi untuk merubah themes dan background desktop, perubahan yang dilakukan pada Appreance Prefences ini akan diterapkan pada GDM screen anda, bukan pada desktop, sesuaikan Background,
Control,Windows Border, Icon dengan yang sudah dilakukan pada langkah empat jika sudah klik close, Untuk melihat perubahan lakukan Logout, bukan switch user.
Tampilan bootscreen
Perubahan besar juga terjadi pada versi ubuntu 10.10 dimana sudah menggunakan Plymouth sebagai bootscreen bandingkan dengan jaunty yang masih menggunkan usplash dan karmic yang menggunakan perpaduan xsplash dan usplash. plymouth atau boot screen adalah tampilan grafis yang ditampilkan saat sistem operasi diload setelah grub. Disini saya akan memberikan cara bagaimana mengedit Plymouth yang sudah ada dan memasukkan ke sistem.
1. Install semua Plymouth theme yang tersedia di repository menggunakan synaptic, untuk memberikan pilihan yang banyak, tapi kalo anda berencana mengedit plymouth bawaan ubuntu saja opsi ini bisa anda lewati
pada terminal jalankan perintah
sudo update-alternatives –config default.plymouth
Pada terminal dapat dipilih plymouth theme mana yang akan kita gunakan, di sini saya menggunakan sabily themes sebagai plymouth. Untuk melihat perubahan theme plymouth yang kita pilih masukkan angka yang menunjukkan themes yang ingin
dipilih dan tekan enter kemudian jalankan perintah ini pada terminal
sudo update-initramfs -u
Tunggu hingga selesai kemudia restart sistem untuk melihat perubahan
3. Disini saya akan memodifikasi plymouth themes ubuntu yang sudah terinstall, secara teknis semua themes yang tadi kita install berada di folder /lib/plymouth/themes, untuk sabily plymouth themes sendiri berada di /lib/plymouth/themes/sabily, didalam folder tersebut terdapat bebarap file yang akan saya edit dan ada yang tetap saya biarkan seperti semual (tidak diedit)
/lib/plymouth/themes/sabily/bg_2560×1600.png → edit
/lib/plymouth/themes/sabily/password_field.png → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/progress_dot_off.png → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/progress_dot_on.png → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/sabily.plymouth → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/sabily.script → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/sabily-logo.png → edit
Pengeditan bisa menggunakan software editing seperti gimp atau pengolah gambar lainnya bagi yang sudah mahir bisa mengedit file-file lain yang dianggap perlu atau membuat plymouth screen sendiri
untuk ukuran file .png yang diedit harus mengikuti ukuran dari file yang ingin di edit lakukan backup untuk themes yang ingin diedit dengan mengcopykan nya ke tempat lain gunakan gksu nautilus untuk melakukan semua hal tersebut sama seperti cara
sebelumnya. Setelah itu jalankan perintah dibawah ini
sudo update-initramfs -u
perintah diatas untuk mengupdate initrd baru dengan plymouth theme yang baru. jika perintah tersebut tidak dijalankan perubahan yang terjadi pada plymouth biasanya hanya pada themes sewaktu pc di shutdown/reboot tidak pada saat PC di boot.
Bootloader (ISO Linux)
Sebelumnya perlu diketahui perubahan ini dilakukan untuk bootloader pada LiveCD GNU/Linux, bukan untuk system yang terinstall keharddisk. Bootloader adalah tampilan yang akan menampilkan pilihan boot sekaligus meload system operasi dari disk. Untuk merubah tampilan dapat dilakukan dengan membuat sebuah gambar dengan format png 640×468 menggunakan GIMP atau software picture editing lainnya beri nama splash.png
Kemudian copykan ke folder /etc/remastersys/isolinux
Memberikan nama pada distribusi baru
Salah satu hal penting yang perlu kita lakukan adalah memberikan identitas baru pada distro kita salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengedit file yang mengatur hal tersebut ada tiga file yang dapat di edit tanpa khawatir akan membuat sistem error.
/etc/lsb_release
/etc/issue
/etc/issue.net
Edit isi file tersebut dan berikan nama sesuai dengan keinginan anda, misalnya saya disini
memberi nama distribusi baru saya GNU/Linux (untuk file lsb_release)
DISTRIB_ID=GNU/Linux
DISTRIB_RELEASE=1.04
DISTRIB_CODENAME=kucing
DISTRIB_DESCRIPTION=”GNU/Linux 1.04″
untuk file issue dan issue.net saya mengganti Ubuntu 10.10 dengan GNU/Linux 1.04
Untuk melihat perubahan nama dari distribusi yang anda berikan update grub
sudo update-grub
lalu restart komputer anda, maka akan terlihat di list grub system operasi yang berubah menjadi
GNU/Linux, with Linux 2.6.32-22-generic
GNU/Linux, with Linux 2.6.32-22-generic (recovery mode)
Perubahan ini juga bisa dilihat di system monitor (task manager ubuntu) atau mengetikan perintah dibawah ini diterminal
lsb_release -a
Jika anda yang menggunakan Ubuntu Tweak maka computer details maka akan terlihat
bahwa komputer anda menggunakan distribusi baru disini GNU/Linux
Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam perubahan nama ini:
  • Untuk penggunaan Software-center akan mengalami error karena membaca bahwa sistem operasi bukan ubuntu
  • Pada penggunaan Burg gambar ubuntu pada list sistem operasi yang semula ubuntu maka akan berubaha menjadi tanda tanya hal ini dikarenakan burg membaca bahwa sistem operasi tidak di kenali dan merupakan Distribusi Linux baru, untuk hal ini bisa di siasati dengan mengedit file di /boot/burg/themes/icons yang memiliki nama grey , hover, large, small lalu menyiapkan 4 file yang akan dijadikan icon berupa file PNG dengan ukuran dan jumlah warna yang berbeda.
Persiapan akhir
Sebelum memulai proses remaster, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image dan agar proses load image nantinya cepat. Cara yang penulis lakukan adalah menjalankan perintah di bawah ini :
# sudo apt-get clean
# sudop rm -rf /tmp/*
Menjalankan remastersys
Remastersys dapat dioperasikan dengan dua cara yaitu mode teks menggunakan perintah shell maupun modus grafis melalui menu administrasi.tah dibawah in Untuk merubah nama file iso yang akan kita buat menggunakan remastersys terlebih dahulu edit file konfigurasi remastersys dengan mengetikan perini
sudo gedit /etc/remastersys.conf
Melalui file konfigurasi penulis dapat juga merubah nama file iso yang akan dibuat, folder kerja dan metode yang akan digunakan untuk boot, tetapi untuk mudahnya jalankan saja remastersys-gui disitu juga sudah disediakan opsi untuk mengedit hal-hal tersebut, Selanjutnya untuk menjalankan proses remaster penulis menggunakan perintah dibawah ini
sudo remastersys dist
ato jalankan melalui mode GUI nya System>Administration>Remastersys Backup
pilih opsi Dist
Proses pembuatan image ini sendiri memakan waktu cukup lama, dan memakan ruang kosong yang besar. Image dari hasil proses ini secara default berada pada folder /home/remastersys, ukuran image yang dihasilkan bervariasi tergantung berapa banyak
paket yang kita install ke system. Format dari image sendiri adalah ISO, yang dapat di burn menggunakan program
seperti Nero Burning Room atau Brasero aplikasi burner bawaan Ubuntu yang mudah dalam pengoperasiannya Proses ini akan memakan ruang harddisk yang sangat besar hingga jika kita selesai dan memburning image ke disc dapat menghapus file image dan temporary yang dibuat dengan mengetikan perintah dibawah ini pada terminal
sudo remastersys clean
Jangan menjalankan perintah sebelum memindahkan image ISO hasil yang anda buat , karena perintah diatas akan menghapus semua hasil kerja anda dengan remastersys Ada baiknya sebelum memburning image ke cd atau dvd mencoba dulu di virtual machine bisa menggunaka VirtualBox,VMware atau KVM sesuai selera. O YA KAH?

2 komentar:

panjang juga ya.. tp gk sesulit yang dibayangkan.

maaf mau nanya kalo kita menggunakan debian . cara membuat remastering itu menggunakan aplikasi yang lain yang mendukung ato kita langsung mengunakan virtualboxnya ?

Posting Komentar